Micromanaging, Pertanda Lingkungan Organisasi yang Tidak Sehat

Scroll ke bawah untuk membaca artikel

Micromanaging, Pertanda Lingkungan Organisasi yang Tidak Sehat

by BEM PM Udayana


Posted on : April 17, 2021


Micromanaging adalah suatu strategi kepemimpinan di mana seorang pemimpin melakukan pengamatan berlebih terhadap kinerja anggotanya. Hal ini mengakibatkan pemimpin mengambil alih pekerjaan yang semestinya dikerjakan oleh anggotanya. Apakah startegi ini merupakan strategi terbaik dalam memimpin suatu kelompok atau organisasi?

Micromanaging, Pertanda Lingkungan Organisasi yang Tidak Sehat

Sudah menjadi rahasia umum bahwa menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah, akan banyak rintangan yang siap menghadang di sepanjang jalan.  Banyak sekali keresahan yang dirasakan seorang pemimpin, salah satu keresahan yang paling umum dirasakan adalah keresahan akan hasil kerja anggotanya yang tak sesuai harapan. Hal ini kerap mengakibatkan pemimpin mengambil alih pekerjaan yang semestinya dikerjakan oleh anggotanya. Pernahkah kamu merasa berada dalam posisi tersebut? Jika iya artinya kamu sudah terperangkap dalam micromanaging. Tunggu, apa itu micromanaging?

Menurut International Journal of Business and Management Invention, micromanaging adalah suatu manajemen kepemimpinan di mana seorang pemimpin melakukan pengamatan berlebih terhadap kinerja anggotanya. Biasanya seorang pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan micromanaging sering kali mengawasi setiap pekerjaan secara berlebihan, kemudian mengoreksi semua hal kecil sampai masalah besar. Bahkan pemimpin akan sering mengambil alih pekerjaan jika terjadi suatu kesalahan ataupun tidak sesuai dengan ekspektasi.

Micromanaging  timbul akibat pimpinan yang memiliki rasa khawatir yang berlebihan terhadap proyek yang dikerjakan dan menilai bahwa semua hal tersebut dapat selesai dengan lebih baik bila ia kerjakan sendiri. Namun, dalam penerapannya, micromanaging ini juga timbul karena kurangnya kepercayaan pimpinan kepada anggotanya. Lantas kapan tindakan micromanaging ini muncul? Micromanaging muncul di saat sudah mendekati tenggat waktu, saat melihat anggota tim mengalami kesulitan, saat tidak ada progress lebih lanjut dari tim, hasil kerja anggota kurang memuaskan, dan saat merasa bahwa project bisa dikerjakan sendiri.

Micromanaging dapat membuat kinerja anggota menjadi buruk karena prosedur yang melelahkan. Hal itu akan berdampak pada produktivitas anggota yang menurun, hilangnya rasa percaya terhadap pimpinan, membatasi inovasi, dan juga memperburuk kerja tim. Micromanaging juga memberikan efek negatif pada pemimpin karena akan mengalihkan fokus pemimpin dari hal-hal yang lebih krusial. Pada akhirnya, itu semua akan berujung pada penurunan kualitas kinerja, dan memperburuk lingkungan kerja.

Lalu bagaimana cara mengatasi micromanaging? Menurut hasil penelitian dari Harvard Business Review (HBR) yang dilakukan oleh Colin M. Fisher, Teresa M. Amabile, dan Julianna Pillemer, micromanaging dapat diatasi atau diantisipasi dengan cara sebagai berikut:

  1. Membantu di saat yang tepat

Saat melibatkan diri kita dalam pekerjaan anggota, memilih waktu yang tepat sangatlah penting. Seorang pemimpin perlu memilih waktu yang tepat, kapan anggota memerlukan bantuan yang dibutuhkan. Hal ini untuk menghindari pemimpin terlibat dalam pekerjaan-pekerjaan yang masih sanggup dikerjakan oleh anggotanya, sehingga micromanaging dapat dihindari.

  1. Jelaskan perananmu untuk membantu

Selain waktu yang harus tepat, campur tangan bisa saja salah jika tidak jelas mengapa kita terlibat. Memberikan pemahaman anggota bahwa peran seorang pemimpin di sana adalah untuk membantu bukan untuk memberikan tekanan. Penting juga untuk menekankan bahwa bantuan yang diberikan bukanlah mengartikan bahwa seorang pemimpin tidak memercayai kinerja anggotanya, namun bantuan yang diberikan merupakan sebuah wujud dari kerja sama tim yang harus saling membantu satu sama lain.

  1. Ikuti irama sesuai kebutuhan anggota tim

Untuk memberikan bantuan yang tepat kepada anggotanya, seorang pemimpin harus meluangkan waktu untuk memahami sepenuhnya masalah dari anggotanya. Hal ini guna memastikan seberapa batasan bantuan yang bisa dilakukan seorang pemimpin. Keterlibatan pemimpin dalam membantu anggotanya memerlukan ritme yang tepat agar bantuan yang diberikan tidak melewati batasan yang akan membuat pemimpin terkesan mengambil alih pekerjaan anggotanya.

Dengan berbagai dinamika kepemimpinan yang ada, menjadi seorang pemimpin memanglah terasa seperti menapaki jalanan berbatu yang penuh liku. Berbagai tuntutan menghantui untuk diselesaikan. Seorang pemimpin dituntut mengambil peran dan hadir sebagai jawaban dari berbagai permasalahan yang dialami oleh anggotanya. Pemimpin juga dituntut untuk dapat memupuk kepercayaan antar anggota dan pemimpin.  Dengan adanya kepercayaan yang kuat, maka kerja sama tim yang baik pun akan terbangun dan memimpin tanpa micromanaging pun dapat terwujud.

“Never tell people how to do things. Tell them what to do, and they will surprise you with their ingenuity.” - Jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat, George S. Patton