Harap Tunggu

Kaderisasi Sebagai Tonggak Masa Depan Organisasi | Karya: Farid Aziz Maulana Zen

Pergantian kepengurusan dalam suatu organisasi adalah hal yang wajar, karena tidak selamanya satu individu memimpin suatu organisasi. Individu yang saat ini memimpin suatu organisasi pun memiliki tanggung jawab untuk membentuk calon pemimpin baru suatu organisasi. Harapan nya pembentukan tersebut mampu menghasilkan pemimpin baru yang lebih baik serta lebih berkualitas dari kepengurusan sebelumnya.

Pada hakikatnya kaderisasi merupakan suatu bentuk pendewasaan individu demi meningkatkan kualitas serta pemahaman individu tersebut dalam lingkup organisasi yang kelak nantinya akan menjadi bagian dalam organisasi tersebut. Layaknya membangun sebuah rumah, fokus pembangunan tidak hanya pada atap sebagai puncak suatu rumah melainkan seluruh hal dalam proses pembangunan perlu mendapat fokus serta perhatian yang sama. Kaderisasi ini pun tak hanya berlaku untuk pucuk pimpinan organisasi, namun berlaku juga untuk keseluruhan anggota organisasi.

Menurut Mangkubumi (1989:59) kaderisasi sebagai suatu siklus yang berputar terus dengan gradasi yang meningkat dan dapat dibedakan menjadi tiga komponen utama, yaitu: Pendidikan kader: disampaikan berbagai pengetahuan yang dibutuhkan. Penugasan kader: mereka diberi kesempatan untuk melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan organisasi sebagai latihan pematangan dan pendewasaan. Pengerahan karir kader: diberi tanggung jawab lebih besar dalam berbagai aspek petjuangan sesuai potensi dan kemampuan yang ada.

Kaderisasi sangat diperlukan demi masa depan suatu organisasi yang lebih baik, dengan adanya kaderisasi suatu organisasi telah mempersiapkan penerus organisasi tersebut di masa yang akan datang. Fokus organisasi sudah seharusnya tak hanya memikirkan tentang

keberlangsungan serta kesuksesan program kerja yang telah disusun, karena suatu program kerja bisa berjalan dengan baik tergantung dengan individu yang melaksanakannya.

Apabila dalam suatu organisasi tidak ada kaderisasi maka individu yang nantinya menjadi seorang pemimpin baru atau anggota baru akan buta dalam berorganisasi, dikarenakan tidak adanya landasan atau pengetahuan yang diberikan secara spesifik oleh kepengurusan terdahulu mengenai organisasi tersebut. Tentunya dapat dibayangkan bagaimana masa depan organisasi tersebut apabila dipimpin oleh individu yang buta dalam berorganisasi.

Salah satu fungsi adanya kaderisasi dalam suatu organisasi adalah sebagai bahan evaluasi kepengurusan sebelum nya kepada kepengurusan selanjut nya. Tujuan dari evaluasi ini yaitu agar calon-calon penerus organisasi tersebut mengetahui kesalahan-kesalahan apa saja yang dilakukan kepengurusan sebelumnya. Tentu nya harapan nya adalah agar kesalahan-kesalahan yang terjadi pada kepengurusan sebelumnya tidak terjadi pada kepengurusan selanjut nya.

Individu yang masa kepengurusan nya sedang berlangsung dalam suatu organisasi jangan lah bersikap angkuh serta acuh, merasa bahwa masa kepemimpinan nya adalah yang terbaik serta hanya berbagi pengalaman kepada generasi penerusnya apabila generasi penerusnya bertanya atau mengajak berdiskusi terlebih dahulu. Tidak ada salahnya seorang pemimpin menjemput bola atau menghampiri generasi penerusnya terlebih dahulu untuk melakukan edukasi dan memberikan wejangan mengenai organisasi yang dipimpinnya.

Pendekatan dalam melakukan kaderisasi pun tidak bisa dipukul rata sama dikarena kan setiap individu memiliki sifat, watak, dan kemampuan berfikir yang berbeda-beda. Seorang pemimpin harus bersikap bijak dalam melakukan kaderisasi kepada calon-calon penerusnya dengan berbagai pendekatan yang tentunya efisien dan efektif.

Tonggak masa depan suatu organisasi berada pada sistem kaderisasi nya, organisasi yang menerapkan sistem kaderisasi pun masih berpeluang gagal dalam membentuk calon-calon penerusnya, apalagi suatu organisasi yang tidak menerapkan sistem kaderisasi. Maka dari itu sangat diperlukan adanya kaderisasi yang baik dalam suatu organisasi.

Pola kaderisasi yang baik juga sangat diperlukan demi membentuk calon-calon pemimpin baru yang lebih baik dan lebih berkualitas. Ada banyak aspek yang perlu disalur kan dalam kaderisasi, diantara nya :

  1.     Sikap Profesionalisme

Sikap profesionalisme seorang pemimpin yang baik perlu diwaris kan kepada generasi penerusnya. Sikap ini bertujuan untuk meciptakan lingkungan yang sehat dalam berorganisasi. Para generasi penerus diajarkan bagaimana memposisikan diri baik didalam lingkup organisasi dan diluar lingkup organisasi.

  1.     Mental

Bekerja dibawah tekanan adalah hal yang wajar apabila berkecimpung dalam dunia organisasi, mental tangguh dan pantang menyerah ini lah yang harus dibentuk kepada generasi penerus atau calon-calon pemimpin baru suatu organisasi.

  1.     Kemampuan Intelektual

Sebagai pengurus suatu organisasi tentu saja diharuskan memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni, hal ini sangat berperan untuk menyusun serta melaksana kan berbagai macam program kerja yang ada dalam organisasi tersebut.

  1.     Manajerial

Dalam organisasi banyak hal yang nantinya akan dikelola, maka dari itu perlu dipersiapkan generasi penerus atau calon-calon pemimpin baru yang memiliki sikap manajerial yang baik serta mumpuni.

 

Dalam penerapan kaderisasi suatu organisasi aspek-aspek tersebut harus saling bersinergi dan berkesinambungan satu dengan lain nya demi keberhasilan kaderisasi untuk membentuk generasi penerus yang lebih baik dan lebih berkualitas.

Begitu pentingnya kaderasi dalam suatu organisasi, organisasi yang baik dan berkualitas tentu nya memiliki sistem kaderisasi yang baik dan berkualitas pula. Namun sangat disayangkan masih banyak organisasi yang tidak terlalu memperhatikan perihal kaderisasi, masih banyak

organisasi yang hanya terpaku pada program kerja yang akan dijalankan. Hal tersebut tentunya patut dihindari dalam sikap berorganisasi.

“Bahwa kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, pemimpin pada masanya harus menanam.” Bung Hatta.

BEM PM UNUD

Badan Eksekutif Mahasiswa Pemerintahan mahasiswa Universitas Udayana